Senin, 01 Februari 2010

MA Pastikan Tak Pernah Larang Unas

Sudah lama blog ini tidak di update. Akhirnya saat ini aku update walaupun sekadar kliping berita mengenai pendidikan dari media harian Jawapos. Inginnya sih bisa sering update namun sayang kesulitan dalam membagi waktu. Oke langsung saja kliping berita pendidikan mengenai Unas berikut ini.

Mahkamah Agung (MA) memastikan bahwa pihaknya tak pernah melarang penyelenggaraan ujian nasional (unas). Amar putusan MA yang terbit pertengahan September tahun lalu hanya menyebutkan agar pemerintah melakukan langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas guru dan sarana prasarana sebelum melaksanakan unas.



"Artinya, bila pemerintah sudah melakukan perbaikan meski belum selesai, unas bisa dilaksanakan. Ukuran perbaikannya seperti apa, yang menentukan pemerintah. Yang penting, ada perubahan," jelas Ketua MA Harifin Tumpa setelah bertemu dengan Panitia Kerja (Panja) Unas Komisi X DPR dan Wakil Mendiknas Fasli Jalal kemarin (21/1).

Harifin menjelaskan, ada dua tuntutan yang dilayangkan penggugat. Pertama, gugatan primer yang meminta pemerintah membuat peraturan untuk menunda pelaksanaan unas. Kedua, tuntutan subsider yang meminta pemerintah memperbaiki kualitas guru, sarana prasarana, dan informasi. Selain itu, pemerintah diminta mengatasi persoalan psikologis para siswa yang tidak lulus unas pada 2006.

Gugatan pertama ditolak pengadilan negeri (PN) sehingga putusan yang dikabulkan adalah tuntutan subsider. Yakni, meminta kepada tergugat untuk memperbaiki kualitas guru, sarana prasarana, dan informasi sebelum menyelenggarakan unas. Putusan itulah yang akhirnya diperkuat pengadilan tinggi hingga MA.

"Dengan begitu, tidak ada larangan, pembatalan, maupun penundaan ujian tersebut," tuturnya. Harifin menegaskan, MA berupaya mengambil putusan yang terbaik untuk pemerintah maupun masyarakat. "Kalau kami dituduh cenderung ke pemerintah, kenapa gugatan itu tidak kami tolak saja semuanya," tanyanya. Karena itu, MA mengambil amar agar pemerintah memperbaiki mutu guru dan sarana prasarana.

Ketua Panja Komisi X DPR Rully Chairul Azwar mengatakan, MA telah memberi penegasan ihwal unas. Prinsipnya, lanjut Rully, tidak ada larangan pelaksanaan unas. Dengan demikian, secara hukum tidak ada persoalan dalam penyelenggaraan unas.

Dia mengatakan, tugas panja adalah menyampaikan hasil pertemuan itu ke komisi X serta memberi rekomendasi. Keputusan pelaksanaan unas tetap di tangan komisi X. "Hasilnya baru bisa diketahui Selasa pekan depan," ungkapnya. Dengan penegasan MA tersebut, komisi X akan tunduk pada keputusan hukum.

Namun, sebelum komisi X memutuskan pelaksanaan unas, anggarannya belum bisa cair. "Kami tidak bisa mencabut tanda bintang pada item anggaran sebelum ada keputusan resmi dari komisi X," ungkapnya. Sebagaimana diwartakan, anggaran unas belum cair karena belum ada kepastian pelaksanaan unas. Tahun ini pemerintah menganggarkan Rp 524 miliar untuk unas.

Wakil Mendiknas Fasli Jalal mengatakan, dengan adanya penjelasan dari MA, tidak ada lagi interpretasi beragam dari berbagai kalangan ihwal putusan tersebut. "Konteks keputusan itu tidak ada yang membatalkan, menunda, dan melarang unas," tegasnya. Pemerintah, kata dia, hanya diminta melakukan berbagai perbaikan. "Kami lakukan perbaikan itu sejak 2006," ujarnya.

Fasli menyebut, pada 2006 pemerintah mengalokasikan BOS Rp 5 triliun. Saat ini alokasi BOS mencapai Rp 18 triliun. Untuk peningkatan kualitas guru, pemerintah telah memberikan beasiwa terhadap 270 ribu guru untuk melanjutkan S-1. Hingga 2010, sudah ada 800 ribu yang menikmati beasiswa tersebut. Tak hanya itu, hingga 2010 pemerintah sudah mencairkan anggaran Rp 15 triliun untuk pemberian tunjangan profesi guru. (kit/oki).

Sumber kliping berita di atas adalah Jawapos edisi 22 Januari 2010.

BACA LENGKAP!

Jumat, 23 Oktober 2009

Pemikiran pendidikan Islam menurut Ibnu Maskawaih

Pemikiran Ibnu Maskawaih tentang PI :
Pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan pendidikan akhlak dan manusia. Tujuan pendidikan akhlak yang dirumuskan Ibnu Maskawaih adalah terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan untuk melahirkan perbuatan yang bernilai baik. Tujuan pendidikan yang ingin dicapai Ibnu Maskawaih bersifat menyeluruh, yakni mencakup kebahagiaan hidup manusia dalam arti yang seluas-luasnya.


Kesesuaian pemikiran Ibnu Maskawaih dengan perkembangan zaman :
Pemikiran Ibnu Maskawaih masih sejalan dengan tujuan pendidikan Islam zaman sekarang. Bahkan mengenai pendidikan akhlak sangat di tekankan dalam Islam sampai kapanpun karena Rasululllah Saw sendiri di turunkan di bumi juga dalam rangka memperbaiki akhlak.
Dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh al Bazzaar, artinya “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.
Berkaitan sikap batin yang mampu mendorong secara spontan untuk melahirkan perbuatan yang bernilai baik dalam zaman modern ini disebut dengan karakter (character) dimana karakter diartikan sifat yang sudah mendarah daging. Dan dalam pengetahuan afektif (sikap) adalah berada dalam tingkatan tertinggi (puncak). Sehingga pemikiran Ibnu Maskawaih ini juga masih relevan dengan perkembangan zaman.

Mengenai pendidikan Islam yang mencakup kebahagiaan hidup manusia dalam arti yang seluas-luasnya adalah benar, akan tetapi masih belum lengkap karena masih meninggalkan faktor keselamatan. Mengapa perlu ada kesaelamatan disamping kebahagiaan ? Karena kita mengetahui banyak orang yang bisa merasakan bahagia, bahkan bahagia yang seluas-luasnya. Namun ada kalanya kebahagiaan tersebut belum tentu membawa keselamatan di akherat.

BACA LENGKAP!

Minggu, 13 September 2009

Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran memilki berbagai tujuan diantaranya adalah untuk :
1. Menentukan angka kemajuan atau hasil belajar pada siswa. Berfungsi sebagai :
a. Laporan kepada orang tua / wali siswa.
b. Penentuan kenaikan kelas
c. Penentuan kelulusan siswa.

2. Penempatan siswa ke dalam situasi belajar mengajar yang tepat dan serasi dengan tingkat kemampuan, minat dan berbagai karakteristik yang dimiliki.
3. Mengenal latar belakang siswa (psikologis, fisik dan lingkungan) yang berguna baik bagi penempatan maupun penentuan sebab-sebab kesulitan belajar para siswa, yakni berfungsi sebagai masukan bagi tugas Bimbingan dan Penyuluhan (BP).
4. Sebagai umpan balik bagi guru, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan program remdial bagi siswa.

Evaluasi mempunyai fungsi : Kurikuler (alat pengukur ketercapaian tujuan mata pelajaran), instruksional (alat ukur ketercapaian tujuan proses belajar mengajar), diagnostik (mengetahui kelemahan siswa, penyembuhan atau penyelesaian berbagai kesulitan belajar siswa)., placement (penempatan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya, serta kemampuannya) dan administratif BP (pendataan berbagai permasalahan yang dihadapi siswa dan alternatif bimbingan dan penyuluhanya).

BACA LENGKAP!